Selasa, 02 Desember 2014

Komunitas Bebas Riba

Setelah kemaren2 kita bahas tentang riba dan sekitarnya (bisa diunduh ebook ku Direm Dulu), maka kini kita mulai ikhtiarnya. Bismillah.
 
gambar diambil dari komunitasmmmjember blogspot
Bersama temen2 di instansi kantor kami, kami membentuk komunitas Bebas Riba di group whatsapp. Kami berkumpul dan berencana untuk patungan menolong saudaranya untuk terbebas dari hutang riba, dengan memberi pinjaman tanpa bunga dan tanpa mengambil manfaat. Insyaa Allah syar'i.
Siapa sangka biidznillah dalam beberapa hari sudah berkumpul temen2 donatur lebih dari seratus orang dari seluruh Indonesia. Dari Aceh sampe Papua. Dari Medan sampe Maluku. Dari Pondok Pinang sampai Pangkal Pinang, Kalimantan, Jambi, Palembang, Madura. Masyaa Allah, seluruh Indonesia.

Join jadi donatur dalam komunitas ini ngga ada keuntungan secara ekonomi karena ini bukan investasi bisnis. Keuntungan yg diharapkan adalah terbebasnya satu demi satu sodara kita dari jerat riba. Karena kita semua berada dalam satu perahu yg sama.
Keuntungan yang diharapkan adalah ridho ALLAH, ketika kita mencoba mengamalkan tiga dari empat amalan yg paling dicintai Allah: membantu meringankan kesulitan saudaranya, membebaskan hutangnya dan meletakkan kegembiraan di hatinya.

Senin, 10 November 2014

Mudah Meminta Maaf

image dari kabarbisnis dot com
Cowok pengendara motor itu emang salah. Ketika di depannya ada truk kontainer belok kiri, harusnya dia nunggu aja di belakang seperti pengendara motor lain. Maklum, truk begini kan panjang banget, pengendara lain kudu sabar menanti sampe dia selesai belok. Tapi cowok ini salah strategi. Dia langsung aja ambil kanan, dan kejepit sama pembatas jalan. Tinggal gresssh aja cowok dan motornya bakal jadi tempe penyet.
Sebelum itu terjadi, dari bawah dia teriak2, manggil2 si sopir truk, "PAK WOI PAAAK PAAK!!"
Si sopir melongokkan kepala dan kaget liat ada motor kejepit di kanan truknya. Si sopir menampakkan wajah marah, "GIMANA SIIH!!"
"Maaf Pak, maaf pak, maaf." si cowok meminta maaf atas kebodohannya, sementara si sopir bersusah2 memberi jalan kepadanya. Alhamdulillah selamet semua.

Kamis, 06 November 2014

Dari Obrolan Angkot

Ini cerita awal2 aku di Jakarta. Waktu lagi di angkot, ada tiga cewek SMP kecil2 ngomongin cowok.
A: lagian lo jangan setia2 amat, selingkuin aja (ama ipin dan tegar)
B: abis ipin kalo gw deketin menjauh
C: si tegar udh lo matrein belum? Udah beliin pulsa belum?
B: ...
C: cewek tuh kudu matre, emang lo mau ntar kawin punya suami miskin, trs makan cinta doang?
A : iyaa kaya sinetron itu di sctv, asyik banget dibeli beliin cowoknya
B: ...
Squ: ...

Yaa Allah. Mereka ini anak2 kecil. Bukan cewek2 abege yg penampilannya genit gitu. Bukan.
Penampilan mereka ini bener2 anak SMP yg masih piyik.
Dan mereka mendapat ilmu dari sinetron cinta2an yg ga mendidik.
Haloo, ibu2 yg suka liat sinetron? Udahan gih. Matiin tv-nya.
(Kenapa kok ibu2, squ? Soalnya bapak2 kan jarang yg liat sinetron)
Kalo ibunya seneng sinetron, ya anak2nya juga ikutan seneng sinetron.
Kalo ibunya pagi sore dangdutan, anak2nya juga pagi sore dangdutan.
Kalo ibunya seneng ngaji, insyaa Allah anak2nya juga seneng ngaji.

Jumat, 31 Oktober 2014

Kuciwa Dengan Pemimpin Yang Buruk

Kevin sering punya guru yg sangaaat baik. Masih terkenang di kepalaku nama2nya -semoga Allah menjaga mereka-. Lalu, jika kemudian Kevin dapet guru yang kurang baik, maka kubilang yang sabar. Memang begitulah dunia, selalu berputar berganti-ganti.
Mungkin kita kemarin tertawa, hari ini menangis. Mungkin lain hari kita tertawa lagi.
Yang aneh kalo orang tertawa2 terus ga ada berhentinya, tar malah dikatain orang gila.

Pemimpin juga begitu, dalam level apapun.
Kadang kita dapet yang baik, lalu berganti yang buruk, lalu suatu saat berganti lagi dengan yang baik, mudah2an. Insyaa Allah.
Imam Ahmad rahimahullah dipenjara oleh penguasa hingga tiga rezim berturut2. Baru setelah rezim berganti dengan khalifah yang baik, Imam Ahmad dibebaskan dan banyak diberi fasilitas dan hadiah -sekalipun ditolaknya-. 

Kalo kemudian kita qadarrallah dapet pemimpin yg buruk maka bersabarlah.
Nasehati pemimpin kita diam2 agar tidak mempermalukannya.
Pemimpin itu harus adil dan rakyat harus taat (yg tidak bertentangan dengan syariat). Dan masing2 akan dimintai pertanggung jawaban sesuai kedudukannya.

Kamis, 23 Oktober 2014

Tombo Ngantuk


dari thecrowdvoice dot com
Ada kabar mau ada donor darah di kantor pusat. Tadi aku ditawarin, waduh aku belum pernah nih donor darah. Sigh. Norak ya. Baru pengen aja tapi belum pernah. 
Trus aku aku bilang ama yg nawarin, "Saya dibekam aja." Eh orang2 pada ketawa. Hihihi.

Beneran aku belum pernah donor darah, padahal sebenernya pengen. Andai deket2 sih mungkin aku mau juga ikutan.
Dan satu lagi, konon beberapa temen cerita mau donor darah DITOLAK.

Nah itu, men.
Itu yang jadi masalah bagi kebanyakan laki2.
Aku juga ngga siap kalo ditolak (lebay).
T_T

Aku bayangin begini: 
Udah ditusuk, diambil darahnya eh lalu ditolak.
Itu apa bukan PHP namanya?

Temenku di ruangan cerita waktu SD diambil darahnya. Bukan donor nih, cuma diambil darahnya doang sedikit. Katanya alatnya gede gitu, dia jadi stress. Setelah diambil darahnya selesai (cuma setitik doang), lalu dia jalan keluar ruangan.
Dan jatoh pingsan!
Bangun2 udah dikasih teh. Hahaha.
Gitu mau jihad di timur tengah, bro. Hahaha.


***

Selasa, 30 September 2014

Nguyahi Segoro (Menggarami Lautan)

menggarami lautan (ambil dari gizmag dot com)
Jaman dulu waktu kami masih penempatan di Jember, kami punya tetangga samping rumah yg kaya raya. Rumahnya dua lantai menjulang. Keluarga ini baiik sekali.
Ga ada angin ga ada hujan mereka bikin acara makan2 ngundang kami. What? Dalam rangka apa? Ga ada apa2. Rupanya si ibu ini seneng kalo liat aku makan. Katanya lahap banget, hahaha. Telap telep, kalo bhs jawanya. Jadi malu. Lahap dan rakus kan beda tipis, hihihi.
Terkadang kami juga diajak jalan2 dengan mobil mereka.
And you know what, bagi kami orang yg engga punya mobil kala itu, diajak jalan2 oleh orang naik mobil itu menyenangkan dan berkesan sekali lho. Kami berpikir, "Ah betapa mereka ini orang kaya yg baik hati."
Think about it.
Kalo kamu punya mobil, punya rejeki lebih, ajakin jalan deh mereka yg secara ekonomi di bawah mu. Insyaa Allah itu menyenangkan hati mereka. 

Rabu, 24 September 2014

Terhadap Ibu Yang Non Muslim

Masih inget ceritaku bbrp tahun lalu, tentang temenku yg mualaf dan langsung berjilbab. Suami dan anaknya pun masuk Islam. Bahkan dulu sebelum muslim, anaknya udah duluan dia sekolahin di TK Islam Terpadu.
Di tempat kerjanya dia dilarang berjilbab, maka dia pindah kerja dan alhamdulillah di kantor baru penghasilannya juga lebih besar.
Kalo ditanya sejak kapan pastinya dia masuk Islam, jawabannya adalah, "Serasa dari lahir, om." Masyaa Allah.
Keluhannya adalah keluarganya yg membencinya, terutama ibunya.
Kasihan :(
Klise ya yg kaya gini? Dia ga berani ke rumah ibunya karena jika melihatnya berjilbab akan membuat ibunya marah.

Senin, 22 September 2014

Tukang Cukur Galak dan Hukum Truk Sampah

Kemarin sore aku anter Kevin potong rambut. Subhanallah tukang cukurnya galak dan emosian. Amsyong bener ane :D
Dari pertama K mau duduk, si tukang cukur udh blg NTAR! Kaku mukanya, sambil menyiapkan kayu tambahan buat didudukin. Kenapa kok ngga bilang, "Eh bentar2 dek, Aa tambahin ini dulu." sambil senyum ramah. Ee ini ketus banget.
Aku lalu minta K dipotong cepak begini dan begitu. Namanya orang lg nyolot sejak awal ya, dia lgsg emosional:
"Situ tau ngga sih cepak itu apa??"
Whaaaaaaat?
Glek.

"Ayo, K pulang."

Kamis, 18 September 2014

Terimakasih Pasanganku


Istri kita ngojek antar jemput anak sekolah, di rumah nyuci setrika, udah gitu masak juga. Jadi guru juga. Jadi dokter juga. Gitu itu kalo bayar orang udah berapa, pak?

"Tapi suami bilang syukran (terima kasih) ke istrinya aja nggak pernah." kata Ustadz Dr. Syafiq Basalamah hafidzahullah
"Ibu-ibu, ada ngga suaminya yang bilang terimakasih?" tanya beliau.
"Adaa.." terdengar celetukan dari balik hijab.
"Alhamdulillah ada."

Teman-temanku di sini pasti juga banyak yg senantiasa mengucapkan terimakasih kpd istrinya, insyaa Allah.
Tentu istri kita banyak kekurangannya sebagaimana suami pun banyak kekurangannya. Coba kita lihat kelebihannya yang sangat banyak itu.
Beliau menceritakan kisah inspiratif tentang seorang wanita yg menuliskan banyak sekali kekurangan suaminya di atas kertas, ternyata kertas yg sedianya ditulis si suami ttg kekurangan istrinya malah kosong.
"Lho kok kosong, mas?" tanya si istri.
"Karena..."
Ustadz tercekat tenggorokannya saat bercerita. Matanya berkaca2.
"Karena aku menerimamu apa adanya, dek."
Masyaa Allah

*) kisah ini kutulis dari kajian Ustadz Dr. Syafiq Basalamah hafidzahullah di Masjid Astra Sunter

Selasa, 19 Agustus 2014

Salah Tebang Pohon

Add caption
Suatu hari kerabat di Jombang nelpon, minta ijin motong pohon besar di tanah kami yg katanya terlalu tinggi mengganggu kabel. Kami pun memberi ijin utk potong dahan2nya yg mengganggu.
Ternyata pohon besar itu ditebang habis! Tak bersisa. Subhanallah.
Kerabat lain di kampung yg lihat jg prihatin. Pohon itu bersejarah, dan rindang sekali. Kini tanpa pohon itu, jalanan di lingkungan kami jadi panas dan terik.
Aku yg lagi di jakarta kecewa sekali. Ngga ridho. Esmoni dalam hati. Marah dalam dada.

Beberapa saat kemudian, ga lama dr cerita di atas, kami menyuruh tukang sampah utk motongin dahan2 pohon palm tinggi di depan rumah kontrakan kami di Jakarta. Ujung daun2nya mengganggu kabel listrik. Rupanya ada miskomunikasi. Pas ditinggal masuk rumah (kami ga lihat) pohon palm nya dipangkas ama orang itu. Dipotong buntung!.. dan mati. Subhanallah.
"Aduh paak tadi kan saya ga nyuruh gini!!" Orangnya cuma maap maap.
Wah wah wah. Gimana ini ngomongnya ama yg punya rumah kontrakan.
Nyut nyut nyut *pening.